Setiap orang berhak bertanya, "siapa pasangan hidupmu dan mengapa kamu memilihnya sebagai pendamping hidupmu??" Suatu saat jika pertanyaan itu jatuh kepada ku, aku pasti menjawabnya "karena dia bisa menerima aku apa adanya". Disaat banyak orang yang memperjuangkan nilai nilai cinta sejatinya, justru menurut pribadiku, cinta saja tidaklah cukup untuk membangun komitmen yang lebih serius.
MENERIMA APA ADANYA...
Pernahkah terbayang dalam benak anda, ketika tengah malam, dia tiba tiba harus kubangunkan dari tidur nyenyaknya hanya gara gara harus mengantarkanku tugas siaran malam? Umumnya orang, pasti tidak akan pernah mau bangun atau paling tidak bangun, dan mengantarkan ku dengan muka yang cemberut, tebel dan berlipat lipat... Haduhhhh... ini yang kutakutkan... Namun yang kualami sangat berbeda, begitu pelan kubangunkan, dia bangun dengan senyuman yang mengembang dibibirnya, setelah itu dia bilang "sabar yo, tak persiapan dulu..." duhhhh cowok mana yang bisa seperti ini..
Ada yang bilang "yo mesti manten anyar, semua serba indah..." emmm yang perlu diketahui, ini adalah ramadhan kedua yang telah kami lewati, artinya ini kan bukan lagi masa manten manten anyar...????
Dulu waktu pacaran, jangankan sampe sakit, terjatuh sedikit saja, pasangan kita pasti bilang "hati hati dong say... atau kata kata apalah, yang bisa mewakili" (karena masing masing pasangan punya gaya bicara yang berbeda). Namun lambat laun, setelah menikah, kata kata itu tidak lagi pernah terdengar romantis. Ya nggak??? Kadang yang ada malah, mereka cenderung menggerutu, dan mempersoalkan penyebab sakit misalnya : "makanya jangan telat makan, akibatnya magh nya kambuh kan, sudah tau punya sakit magh, malah jarang makan...!!!" atau kadang seperti ini "pasti karena kecapekan,, makanya jangan kerja saja to... "
Yang satu ini jelas ngeri kan...???? padahal siapa juga yang mau sakit? Pasti semua orang tidak mau kan...???
Namun semua itu masih sama kurasakan, sama saat kami bertemu untuk pertama kalinya dulu... Bahkan ketika aku sakit, dia tidak pernah menanyakan penyebab sakit ku itu apa... (ini yang justru membuatku mempertahankannya mati matian). Aku sadar, cara merawat sakitku, memang tidaklah sempurna, namun nilai kasih dan sayangnya, itu yang membuat dia begitu sempurna untukku.
ROMANTIS versi ku
MENERIMA APA ADANYA...
Pernahkah terbayang dalam benak anda, ketika tengah malam, dia tiba tiba harus kubangunkan dari tidur nyenyaknya hanya gara gara harus mengantarkanku tugas siaran malam? Umumnya orang, pasti tidak akan pernah mau bangun atau paling tidak bangun, dan mengantarkan ku dengan muka yang cemberut, tebel dan berlipat lipat... Haduhhhh... ini yang kutakutkan... Namun yang kualami sangat berbeda, begitu pelan kubangunkan, dia bangun dengan senyuman yang mengembang dibibirnya, setelah itu dia bilang "sabar yo, tak persiapan dulu..." duhhhh cowok mana yang bisa seperti ini..
Ada yang bilang "yo mesti manten anyar, semua serba indah..." emmm yang perlu diketahui, ini adalah ramadhan kedua yang telah kami lewati, artinya ini kan bukan lagi masa manten manten anyar...????
Dulu waktu pacaran, jangankan sampe sakit, terjatuh sedikit saja, pasangan kita pasti bilang "hati hati dong say... atau kata kata apalah, yang bisa mewakili" (karena masing masing pasangan punya gaya bicara yang berbeda). Namun lambat laun, setelah menikah, kata kata itu tidak lagi pernah terdengar romantis. Ya nggak??? Kadang yang ada malah, mereka cenderung menggerutu, dan mempersoalkan penyebab sakit misalnya : "makanya jangan telat makan, akibatnya magh nya kambuh kan, sudah tau punya sakit magh, malah jarang makan...!!!" atau kadang seperti ini "pasti karena kecapekan,, makanya jangan kerja saja to... "
Yang satu ini jelas ngeri kan...???? padahal siapa juga yang mau sakit? Pasti semua orang tidak mau kan...???
Namun semua itu masih sama kurasakan, sama saat kami bertemu untuk pertama kalinya dulu... Bahkan ketika aku sakit, dia tidak pernah menanyakan penyebab sakit ku itu apa... (ini yang justru membuatku mempertahankannya mati matian). Aku sadar, cara merawat sakitku, memang tidaklah sempurna, namun nilai kasih dan sayangnya, itu yang membuat dia begitu sempurna untukku.
ROMANTIS versi ku
Romantis, ada yang bilang selalu memberikan perhatian lebih kepada pasangan. Atau ada juga yang slengek an bilang rokok makan gratis... Bagiku nilai romantis itu tidak harus diungkapkan secara vulgar, misalnya selalu memeluk atau melontarkan kata "I love U" setiap saat. Jujur, hingga detik ini, dia tidak pernah secara langsung berkata "I love U" kepadaku. Awalnya menjadi masalah, namun lama lama aku sadar, bahwa cinta tidak selalu diungkapkan dengan kata kata, dan yang membuatku lega, yang telah dia lakukan untuk ku adalah lebih dari sekedar kata kata "I love U"...
Dia tidak pernah membawakanku mawar...
Dia juga tidak pernah membelikanku coklat di hari ulang tahunku...
Dia kubilang romantis,,, saat menemaniku memasak didapur, dia yang membantuku mengupas bawang dan mengiris cabe...
Dia romantis, saat membantuku membersihkan rumah kami, yang seharusnya ini adalah tugasku...
Dia selalu membanggakan ku dihadapan teman temannya, dan tidak ada rasa mengeluh sama sekali, selama menjadi suamiku... Dan masih banyak lagi nilai keromantisan yang dia miliki untukku...
Dan kata "I love U" itupun menjadi sangat sakral untuk kami...
Dia kubilang romantis,,, saat menemaniku memasak didapur, dia yang membantuku mengupas bawang dan mengiris cabe...
Dia romantis, saat membantuku membersihkan rumah kami, yang seharusnya ini adalah tugasku...
Dia selalu membanggakan ku dihadapan teman temannya, dan tidak ada rasa mengeluh sama sekali, selama menjadi suamiku... Dan masih banyak lagi nilai keromantisan yang dia miliki untukku...
Dan kata "I love U" itupun menjadi sangat sakral untuk kami...
Tulisan ini aku dedikasikan buat yang tercinta, "suamiku" sosok pilihan Alloh yang begitu sempurna untukku


Semoga menjadi keluarga yg sakinah mawadah warohmah...
BalasHapus